Fatwa Kibarul Ulama’ terkait Zakat Tentang Tanah

Tanah yang Dipersiapkan untuk Dibangun Tidak Wajib Dibayarkan Zakatnya

Soal: Saya memiliki sepetak tanah yang saya beli untuk membangun rumah di atasnya. Kemudian selang beberapa waktu saya terpaksa menjual tanah itu. Apakah saya berkewajiban membayar zakat dari tanah itu sebelum saya jual?

Jawab: Apabila kasusnya sebagaimana yang Anda sebutkan dalam soal, maka Anda tidak berkewajiban membayar zakat atas tanah itu sebelum dijual. Sebab dalam kasus seperti ini, tidak terdapat syarat-syarat wajib zakat. Yaitu Anda sebenarnya tidak menyiapkan tanah itu untuk dijualbelikan. (Syaikh Ibnu Baz)

Tidak Ada Kewajiban Membayar Zakat dari Tanah yang Dipersiapkan untuk Dibangunkan Rumah di Atasnya, Baik untuk Ditempati Sendiri Maupun untuk Disewakan

Soal: Saya seorang pemuda berasal dari Mesir yang kerja di Saudi Arabia. Di Mesir saya tinggal di sebuah rumah sewa. Maksudnya, saya belum memiliki rumah sendiri. Kemudian Allah subhaanahu wata’ala mencurahkan rezeki kepada saya, akhirnya saya dapat membeli sebidang tanah di Mesir seharga delapan ribu lima ratus juneih Mesir. Sementara saya juga memiliki sejumlah uang di sebuah bank syariah di Mesir sebesar tujuh belas ribu lima ratus juneih Mesir. Uang itu rencananya akan saya pergunakan untuk membangun rumah tempat tinggal di atas tanah tersebut. Pertanyaan saya adalah, apakah sebidang tanah milik saya itu wajib dibayarkan zakatnya?

Jika wajib, berapakah jumlah zakat yang harus dikeluarkan? Dan apakah uang yang saya persiapkan untuk membangun rumah tersebut wajib dibayarkan zakatnya? Jika wajib, berapakah jumlahnya?

Jawab: Tidak ada kewajiban membayar zakat dari tanah yang dipersiapkan untuk dibangun di atasnya, baik untuk tempat tinggal atau untuk disewakan. Sebab kewajiban zakat hanya berlaku atas barang-barang yang dipersiapkan untuk dijualbelikan atau diperdagangkan. Berbeda halnya dengan barang yang dipersiapkan untuk dipakai atau untuk ditempati, seperti tanah misalnya.

Sementara uang yang disimpan di bank, wajib dikeluarkan zakatnya selama masih ada, sekalipun dipersiapkan untuk maksud-maksud tertentu, seperti membangun rumah, biaya pernikahan atau untuk membeli barang-barang tertentu. Adapun jumlahnya adalah dua setengah persen, yaitu setiap seribu juneih Anda wajib mengeluarkan zakat sebesar dua puluh lima juneih saja. (Syaikh Ibnu Jibrin)

Zakat Tanah

Soal: Saya memiliki sepetak tanah yang tidak saya pergunakan dan sengaja saya biarkan untuk digunakan bila ada keperluan mendadak. Apakah saya wajib membayarkan zakat tanah itu? Jika wajib, apakah saya harus menetapkan harga tanah itu setiap genap satu haul?

Jawab: Anda tidak berkewajiban membayar zakat atas tanah tersebut. Sebab yang wajib dibayarkan zakatnya adalah harganya bila dipersiapkan untuk dijualbelikan. Tanah, bangunan, mobil, permadani dan sejenisnya, tidak termasuk barang yang wajib dikeluarkan zakatnya. Kecuali jika barang-barang tersebut dipersiapkan untuk diperdagangkan, maka wajib dikeluarkan zakatnya harganya. Apabila tidak dipersiapkan untuk perniagaan sebagaimana yang Anda sebutkan dalam soal di atas, tidaklah wajib dikeluarkan zakatnya. (Syaikh Ibnu Utsaimin)

Zakat Tanah yang Dipersiapkan untuk Dijual-belikan

Soal: Apa hukumnya mengeluarkan zakat dari tanah yang disiapkan untuk dijualbelikan?

Jawab: Wajib hukumnya membayar zakat atas tanah yang disiapkan untuk diperjualbelikan. Sebab tanah itu dianggap sebagai barang perniagaan, dan termasuk dalam dalil umum wajibnya mengeluarkan zakat dari al-Qur’an dan as-Sunnah, di antaranya firman Allah:

???? ???? ????????????? ???????? ????????????? ?????????????? ?????

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. 9:103)

Dan berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari barang yang dipersiapkan untuk didagangkan.”

Itulah pendapat jumhur ulama dan merupakan pendapat yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. (Lajnah Daimah)

Soal: Tiga tahun yang lalu pemerintah menghadiahkan sebidang tanah kepada saya. Sejak awal saya telah berniat menjual tanah tersebut dengan harga yang pantas. Sebab letak tanah tersebut kurang cocok buat saya. Pertanyaannya adalah: Apakah tanah tersebut wajib dikeluarkan zakatnya? Jika wajib, apakah saya harus membayarkan zakatnya selama tiga tahun sebelumnya, atau cukup satu tahun? Berilah saya fatwa semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Jawab: Jika sejak awal Anda bermaksud menjualnya, hendaklah Anda membayarkan zakatnya dari harga tanah tersebut jika telah genap satu tahun, terhitung sejak Anda berniat menjualnya. Berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami supaya mengeluarkan zakat atas barang-barang yang kami persiapkan untuk perniagaan.”

Ada beberapa dalil lain yang mendukung makna hadits di atas. Wabillahi taufiq. (Syaikh Ibnu Baz)