PENTOL MUJUR CAK SUL

pentol cak sulCak Sul sekarang bisa tersenyum lebar, pria yang bernama lengkap Samsul Arif ini terpilih sekarang sudah menjadi muzakki/donatur kotakamal INDONESIA. Setengah tahun yang lalu ia terpilih menjadi salah satu penerima modal usaha program Amal Mandiri kotakamal INDONESIA Gresik dengan status mustahiq, namun kini ia sudah naik ke status muzakki “Alhamdulillah, sekarang bisa hidup bebas tidak terikat kerja, jualan pentol justru tenang ibadah” itulah ungkapan pria 32 tahun ini
Cak Sul menghabiskan waktunya 11 tahun bekerja sebagai karyawan di perusahaan kayu di Surabaya, tiap hari pulang pergi Gresik Surabaya, dikejar waktu dan shif kerja. “Ya.. kadang berangkat pagi, kadang siang, kadang malam” kisahnya
Dengan penghasilan kerja pabrik, Cak Sul harus menghidupi orangtuanya, istri dan kedua anaknya “Saya mikir, bagaimana ya agar penghasilan saya cukup untuk memenuhi kebutuhan? Baru mikir demikian, sebulan kemudian pabrik mem PHK karyawannya, saya pun kena PHK, waktu itu saya bingung mau kerja apa?, untunglah istri saya menjadi penyemangat saya, saya disaranin dagang, karena tidak punya pengalaman dagang, sayapun ikut orang jualan pentol dengan bayaran prosentasi omset. Ikut orang sebagai karyawan jualan pentol dengan sistem prosentasi, jika pentol yang dijual laku banyak maka prosentasinya banyak, jika lakunya sedikit maka prosentasinya sedikit alias tergantung omset. Tiap hari mendapatkan prosentasi bersih 25-30 ribu.” ujar cak Sul
Pada suatu hari, ia diajak temannya hiking ke gunung Anjasmara Jombang, hitung-hitung refreshing ia pun ikut, toh biaya transport yang menanggung temannya. Ternyata di pegunungan Anjasmara itulah ia bertemu dengan salah satu pendaki yang bernama pak Soim, keduanya ngobrol banyak hal disela-sela istirahat dalam pendakian. Singkat cerita usai pendakian dan sama-sama berpamitan, cak Sul diberi amplopan oleh pak Soim yang baru ia kenal dalam pendakian tersebut. “Saya diberi amplop, pesannya tidak boleh dibuka sebelum sampai rumah, sesampainya dirumah, amplop tersebut saya buka isinya 500 ribu, dan ada tulisannya, tidak usah dikembalikan jadikan uang ini sebagai modal usaha.
Uang 500 ribu pemberian temannya tersebut diberikan ke istrinya, istrinya pun menyarankan agar uang tersebut untuk modal dagang sendiri dan tidak ikut orang. “ya sudah saya ikutin saran istri, saya pun keluar tidak jualan pentol dan saya pun jualan es cao, es cao bikinan saya murni pakai gula asli, untungnya pun sedikit, sama teman-teman saya disaranin agar pakai pemanis buatan agar untungnya banyak, saya tidak mau pakai pemanis buatan, karena saya sendiri melarang anak saya konsumsi pemanis buatan, masak saya jual es cao yang pakai pemanis buatan, saya takut dosa” ujar Cak Sul
Betul juga, dengan prinsip jadi penjual yang jujur, es cao nya pun tidak bertahan lama alias gulung tikar. “Saya bingung, jualan es cao koq gini ya” kisahnya. Namun lagi-lagi istrinya sebagai penyemangat hidupnya, karena saya pernah ikut orang jualan pentol, bagaimana jika jualan pentol saja? Cak Sul pun main ke rumah saudaranya di kecamatan Dukun Gresik, disana ia ketemu teman ngajinya Nurul Hamdi. Lewat ketemuan itulah merupakan awal cak Sul memulai usaha barunya ingin jadi penjual pentol. Nurul Hamdi yang juga kabid program kotakamal INDONESIA menyarankan agar cak Sul ikut program Amal Mandiri, sebuah program pemberdayaan mustahik berupa bantuan modal usaha mandiri agar mustahik menjadi muzakki. Lewat obrolan kedua sahabat tersebut, cak Sul pun bersedia ikut program Amal Mandiri kotakamal INDONESIA Gresik.
“Alhamdulillah mas, sekarang enak an jualan pentol sendiri, kerja tidak terikat, ibadah pun tenang” ujar cak Sul dengan sumringah ketika diwawancarai reportel majalah Amal
Cak Sul tiap hari jualan pentol, gerobak pentolnya ia beri nama “PENTOL MUJUR CAK SUL”. Nama pentol mujur cak sul merupakan pemberian dari kotakamal INDONESIA Gresik dengan harapan jika orang jualan jujur maka nasibnya pun insya Allah mujur/beruntung. Benar juga, sehari jualan pentol, cak Sul bisa mendapatkan omset bruto 200-250 ribu/hari dengan keuntungan 40-50%
Dalam seminggu cak Sul jualan pentol, setiap hari jumat ia libur jualan, waktunya ia habiskan untuk ke masjid, kebetulan cak Sul diamanahi sebagai petugas kebersihan masjid Sabilillah. “Saya tiap hari jadi muadzin adzan dzuhur dan asar di masjid Sabilillah, kalo jumat full di masjid Sabilillah bersih-bersih masjid dan sebagainya, karena jualan saya cuma 5 jam sehari, mulai jam 6 pagi sampai jam 11 siang” ungkap ayah dari Muhibbullah dan Nafisah ini.
Kini cak Sul pun tergabung dalam Muzakki Community, tiap bulan ia berinfaq ke kotakamal INDONESIA dan menjadi donatur rutin. Ia pun berharap agar program Amal Mandiri kotakamal INDONESIA Gresik terus berlanjut agar banyak orang yang berdagang. Terimakasih kotakamal INDONESIA (arf)