Zakat dari Pendapatan Bruto atau Netto?

TANYA

assalamualaikum. Saya Aan, karyawan swasta, saya mau bertanya kalo akan zakat profesi sebulan dari gaji kita, apakah nisabnya bila sudah di kurangi kan bayar utang, kebutuhan pokok seperti itukah ? contoh, gaji 10 juta, namun buat bayar utang 5 juta, kebutuhan pokok 2 juta, sisa 3 juta, apakah zakatnya masih dihitung dari 10 juta atau 3 juta nya ? syukron wassalam wr wb

JAWAB.

Waalaikumsalam wr.wb

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d:

Aturan zakat profesi memang masih sering menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan para ulama kontemporer. Sebagian kalangan berpendapat bahwa zakat profesi itu harus dikeluarkan dari pendapatan bruto tanpa harus melihat kebutuhan atau pengeluaran seseorang. Juga tanpa harus melihat hutang-hutang yang dimilikinya.

Pendapat lainnya mengatakan bahwa bila seorang memiliki penghasilan, maka hendaknya dia keluarkan untuk kebutuhan pokoknya terlebih dahulu. Seperti untuk makan, pakaian, rumah, pendidikan anak dan seterusnya. Bila semua kebutuhan asasi untuk menunjang hidupnya telah terpenuhi, maka sisa atau kelebihanya itulah yang harus dikeluarkan zakatnya. Dalam hal ini, hutang-hutang pun dianggap bagian dari kepentingan atau kebutuhan hidup. Terutama hutang yang memang secara langsung berkaitan dengan hajat pokok pekerjaannya. Pendapat ini tidak mengatakan untuk memotong 2,5 % terlebih dahulu, tetapi keluarkan dahulu kebutuhan pokok baru kemudian kelebihannya dikeluarkan untuk zakat yaitu sebesar 2,5 %.

Dr. Yusuf Al-Qaradawi mencoba mempertemukan kedua pendapat yang agak berbeda. Jalan tengah yang beliau tawarkan adalah memisahkan antara mereka yang memiliki pendapatan tinggi dengan yang pendapatannya rendah. Beliau mengatakan bahwa bagi kalangan yang pendapatannya sangat tinggi maka sebaiknya menggunakan metode yang pertama dalam mengeluarkan zakat. Yaitu memotong 2,5 % dari pemasukan brutonya sebelum digunakan untuk kepentingan dirinya. Dan kelihatannya pendapat beliau ini realitis.

Sedangkan mereka yang terhitung pas-pasan penghasilannya sedangkan tanggungan hidupnya cukup besar, maka disarankan menggunakan metode yang kedua, yaitu dengan mengeluarkan terlebih dahulu semua daftar kebutuhan pokoknya termasuk hutang-hutangnya. Setelah itu barulah dari sisanya dikeluarkan 2,5 % untuk zakatnya. Karena bila harus dikeluarkan dari pemasukan bruto, jelas akan sangat memberatkannya. Buat Anda sendiri, Anda bisa meminta fatwa kepada hati nurani Anda. Termasuk kelompok yang manakah diri Anda saat ini ?

Wallahu A`lam.

Wassalamu alaikum wr.wb.