Zakat Kepada Orang Tua dan Mertua

Assalamu’alaikum Wr. Wb. ustad saya mau nanyak tentang penyaluran zakat, didalam alqur’an sudah dijelaskan siapa2 yg berhak menerima zakat. “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] pengurus-pengurus zakat, [4] para mu’allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk budak, [6]orang-orang yang berhutang, [7] untuk jalan Allah dan untuk [8] mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksan .(QS. At-Taubah : 60).

pertanyaan saya begini, sedikit cerita bahwa saya dari keluarga yg paspasan menikah dg anak orng yg bisa dibilang miskin jg, Alhamdulillah skrng rumah tangga kami sudah ada perubahan dalam segi finansial,Alhamulillah usaha saya yg saya rintis lama skrng 3bln ini sudah menghasilkan antara 100-300jt perbulan,saya pikir sekarng saatnya saya mengeluarkan zakat tiap bulan dan saya bingung kemana saya harus salurkan zakat saya, dilaen sisi keadaan oangtua saya dan mertua saya masih kekurangn dan banyk hutang apakah boleh saya menyalurkan zakat kepada orngtua saya dan mertua. saya tunggu jawabannya dan terima kasih

Assalamu alaikum wr.wb.

Bismillahirrahmanirrahim. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi ajmain. Amma ba’du:

Alhamdulillahi Anda telah diberikan kelapangan oleh Allah. Dan sebagai bentuk syukur apabila harta yang Allah berikan kepada Anda itu mencapai nishab maka harus dikeluarkan zakatnya. Bagaimana hukum memberikan zakat kepada orang tua dan mertua?

Pada dasarnya zakat tidak boleh diberikan kepada orang yang nafkahnya menjadi tanggungan kita, seperti anak dan orang tua. Hak mereka adalah mendapatkan nafkah; bukan zakat. Namun dalam kondisi orang tua kekurangan (fakir dan miskin), sementara anaknya tidak mampu memberikan nafkah, namun mampu memberikan zakat, dalam kondisi demikian zakat boleh diberikan kepada orang tua. Hanya saja kalau anak mampu memberi nafkah, maka nafkah itulah yang diberikan kepada mereka; bukan zakat. Lalu andaikan ia memiliki saudara, paman, atau bibi yang berada dalam kondisi fakir, mereka berhak bahkan lebih layak untuk mendapatkan zakatnya ketimbang fakir miskin yang lain.

Selanjutnya terkait dengan mertua, karena bukan termasuk yang berada dalam tanggungan nafkahnya, maka mereka berhak mendapatkan zakat dari mantunya selama termasuk mustahik yang layak mendapatkan zakat seperti yang Allah sebutkan dalam Alquran (QS at-Taubah: 60).

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.