Zakat Maal Untuk Gaza

Assalamu’alikum wr.wb.,

Ustadz, saat ini sedang hangat berita tentang kebiadaban Zionis Israel terhadap saudara-saudara kita di Palestina, khususnya Gaza. Saya pun sering mendapat broadcast di bbm, facebook dan selebaran dari lembaga-lembaga zakat yang menggerakan bantuan ke sana. Saya ingin membantu saudara-saudara kita di sana, tapi boleh tidak mengambil dari bagian kewajiban zakat saya?

Syukran

Abdul Hamid, Depok

Wa’alikumsalam wr.wb.

Akhi Hamid yang dimuliakan Allah,

Seperti kita maklumi, bahwa ada delapan kategori yang berhak menerima zakat  8 (Asnaf Zakat), sebagaimana yang ditergaskan  Allah swt, “Sesungguhnya zakat-zakat ini, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk orang-orang yang berhutang, untuk di jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (at-Taubah: 60)

Saudara-saudara kita di Palestina –semoga Allah menguatkan dan menolong mereka–  terus mendapatkan tindakan mematikan dari kebiadaban Zionis Israel. Banyak yang telah menjadi syuhada dan terluka demi membela kemerdekaan tanah air dan keagungan iman mereka. Mereka juga kehilangan rumah, harta benda, mata pencaharian sehingga menjadi fakir dan miskin, anak-anak menjadi yatim, dan kaum ibu menjadi janda-janda tak mampu.

Demikian pula para mujahidin, para pejuang di Pelestina benar-benar melakukan perjuangan jihad fi sabilillah, berperang di jalan Allah melawan kebiadaban Zionis dan kroni-kroninya. Dan, fi sabilillah,  berperang di jalan Allah termasuk kategori yang berhak mendapatkan zakat. Dari tiga kategori tersebut (fakir, miskin, dan fi sabilillah) tentu saudara-saudara kita di Palestina berhak menerima zakat. Karena itu boleh membayarkan zakat melalui lembaga zakat terpercaya untuk disalurkan ke Palestina.

Terlebih lagi ketika saat ini kebiadaban Zionis tampak di depan mata kita,  dan saudara-saudara kita sangat membutuhkan bantuan demi perjuangan mereka, maka donasi zakat kita menjadi spesial. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyatakan, “Amal yang utama adalah yang sesuai dengan kondisi dan kesempatan.” Dalam artian, amal utama (bernilai lebih) adalah ketika keadaan mendesak, sangat butuh, maka amal lebih utama. Dan saat ini kebutuhan saudara-saudara kita di Palestina terhadap bantuan dari sesamanya di segala penjuru dunia amat dinantikan. Kita tidak kuasa ikut terjun di medan jihad Palestina, maka sumbangsih berupa materi dan doa bagian dari perhatian dan kepedulian kita kepada mereka.

Perhatian ini semoga menjadi jalan agar kita terhindar dari ancaman sabda Rasulullah saw, “Siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka dia bukan termasuk golongan mereka (seiman).” (HR. ath-Thabrani)

Menjadi jalan bukti saling menguatkan, “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya adalah bagaikan bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di antara bukti kecintaan ikatan iman kita, “Perumpamaan orang-orang mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan akan susah tidur dan terasa demam.” (HR. Muslim)

Semoga bagian dari “susah tidur dan terasa demam” kita adalah dengan kita terus mendukung perjuangan saudara-saudara kita dengan doa dan membantu berupa materi, termasuk dari harta zakat, infak dan sedekah kita. Semoga Allah swt menolong saudara-saudara seiman di Palestina dan menghancurkan pasukan Zionis dan para pendukungnya la’natullah alaihim.

Wallahu’alam

diasuh oleh H. Atik Fikri Ilyas, Lc, MA, Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo & Universitas Amer Abdel Kader Aljazair, mahasiswa program Doktoral Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta